Keceriaan di Yudisium LXVII Fakultas Teknologi Informasi dan Sains

 

BANDUNG, FTIS.  Kegembiraan tampak pada calon wisudawan peserta yudisium Fakultas Teknologi Informasi dan Sains Universitas Katolik Parahyangan, setelah pembacaan kata-kata pembuka oleh Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr.rer.nat Cecilia Esti Nugraheni, mereka seolah terbebas dari beban yang membelenggunya setiap hari selama kuliah.

Prosesi yudisium kali ini berlangsung di Gedung 10 Ruang 10317, pada tanggal 11 Agustus 2017 yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga selesai. Ada 48 mahasiswa yang segera bergelar Sarjana, setelah sebelumnya seorang mahasiswa, Meutia Wulansatiti, telah terlebih dahulu menjalani yudisium pada 12 Juni 2017. Sehingga total peserta yudisium kali ini adalah 49 mahasiswa.

Sedikit terjadi insiden keterlambatan beberapa mahasiswa ketika hendak dimulai, namun tidak mengurangi kekhidmatan keseluruhan prosesi yudisium kali ini. Rona bahagia nampak di wajah Devi Handevi, mahasiswa Program Studi Informatika peraih Indeks Prestasi Kumulatif Tertinggi, 3.95. Ketua Program Studi Informatika, Mariskha Tri Adithia, PDEng., menekankan pentingnya menjaga nama baik Informatika oleh alumni kelak. Prodi Informatika terbuka akan saran yang senantiasa membangun, salah satunya seperti yang disampaikan oleh salah seorang peserta yudisium untuk membuka mata kuliah/course yang bisa diikuti oleh siapa saja yang berminat mengikutinya.

Sementara Ketua Program Studi Matematika, Dr. Julius Dharma Lesmono, memberikan pesan penting kepada pada calon wisudawan kali ini untuk menjaga kedisiplinan ketika nanti bergelut di bidang kerja masing-masing. Tak lupa beliau pun meminta para alumni untuk tetap memberikan umpan balik kepada Program Studi Matematika demi perkembangan dan pembenahan diri ke arah yang lebih baik lagi.

Ketua Progam Studi Fisika, Philips Nicholas, Ph.D., menekankan pentingnya bagi mahasiswa untuk mampu bangkit ketika menghadapi kegagalan kelak di dunia kerja. “Hidup itu tidak selalu lancar, ada kalanya kita terjatuh dan ketika itu kita harus bangkit. Orang menang bukan karena pintar, tetapi terlebih karena kemampuannya untuk mampu bangkit.

Semoga para calon wisudawan dari FTIS ini mampu membawa nama baik alamamaternya di tengah keberagaman masyarakat yang majemuk.

 

~SW98~

X