IT UNPAR-KU SANG PEMBUKA PELUANG

Dalam rangkaian Dies 25 tahun FTIS UNPAR, panitia menerbitkan bunga rampai, berupa kisah-kisah dari warga FTIS.

Catatan penyunting: walaupun tidak terlalu sejalan dengan arahan program studi, program studi Informatika (IF) sering dikenal dengan singkatan IT (Information Technology). Pada artikel ini, penyunting tidak mengubah istilah yang digunakan oleh penulis, yaitu IT untuk alasan orisinalitas.

oleh Hana, IF ’09

Kembali ke masa sembilan tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 2009, saya menetapkan hati dan mengambil langkah untuk melanjutkan pendidikan S1 di jurusan Teknik Informatika di Universitas Katolik Parahyangan. Langkah awal saya ini bermula, ketika sedari kecil saya paham jika IT itu selalu berkembang dan saya ingin dibawanya untuk maju. Kemudian saya juga menargetkan UNPAR karena berlokasi di Bandung yang berudara sejuk, dimana sebelumnya saya selalu tinggal di kota-kota yang selalu mempunyai suhu 28-32 derajat celcius, dan itu panas sekali sehingga kurang nyaman untuk belajar. Mungkin alasan itu yang paling kuat membawa saya untuk memilih jurusan ini di UNPAR. Pada kesempatan ini, saya akan membagi pengalaman tentang bagaimana FTIS telah membawa saya ke beberapa peluang.

18 Agustus 2009, saya ingat tanggal tersebut saya harus datang ke Semi Basement gedung fakultas ekonomi dengan menggunakan baju biru untuk mengikuti kegiatan OSPEK Jurusan. Meskipun pada saat itu saya bertanya-tanya kenapa jurusan ini peminatnya sangat sedikit sambil saya mulai menghitung sekilas jumlah mahasiswa angkatan saya. Sedangkan di jurusan lain banyak sekali mahasiswanya. Tetapi sebenarnya komunitas yang kecil lebih dapat mempererat kekeluargaan terhadap sesama dan saya pun merasakannya. Hal yang berbeda lainnya yaitu, di jurusan lain seniornya pada berteriak, sedangkan di jurusan saya mereka ramah sekali. Sehingga hal tersebut saya manfaatkan untuk meminta saran-saran perkuliahan dengan para senior.

Perkuliahan dimulai, saya menyadari ternyata tidak mudah menjalani kuliah disini. Komitmen dan kerja keras sangat diperlukan untuk sukses pada jurusan ini. Tetapi yang paling saya suka yaitu diangkatan saya, mahasiswa bisa memilih sub jurusan yang akan menjadi focusnya yaitu Telematika, Teknologi Informasi Bisnis (TIB) dan Computer Science (CS). Kesempatan ini saya ambil untuk memilih TIB. Saya merasa beruntung sekali bisa belajar IT seimbang dengan pengenalan dasar akutansi dan manajemen di fakultas ekonomi, tentunya bagi saya itu merupakan poin plus. Selain perkuliahan, jurusan ini juga ikut aktif di beberapa kegiatan kampus seperti Himpunan dan Events. Kesempatan untuk belajar berorganisasi di kegiatan tersebut juga saya ambil dengan cara bergabung didalamnya. Banyak sekali manfaat yang didapat. Bukan hanya semakin memperbanyak teman, tetapi juga melatih jiwa kepemimpinan dan team-work tentunya. Belajar membagi waktu dan membuat prioritas mana yang lebih didahulukan antara kuliah dan tetap aktif dalam organisasi merupakan kunci dari segalanya. Dan bangga sekali saya bisa menuntaskan perkuliahan dengan sukses dan memuaskan dengan membawa beberapa bekal ilmu yang diberikan oleh para dosen dan pengalaman berorganisasi.

Saya percaya bahwa sarjana beserta subjurusan yang saya miliki itu unik. Butuh waktu tiga bulan hingga akhirnya saya mendapatkan pekerjaan pertama saya di Jakarta. Meskipun pekerjaan yang saya ambil pada saat itu bukan di bidang IT melainkan logistics, kebiasaan terhadap problem solving selama berkuliah dulu dan pengalaman organisasi dapat membantu saya dalam menghadapi kondisi operasional di lapangan yang dinamis. Dua tahun memiliki pengalaman bekerja, saya mulai menyukai bidang yang sedang saya jalani, tetapi di satu sisi saya masih memiliki keterbatasan pengetahuan. Sehingga saya mulai mencari informasi kuliah S2 di bidang ini. Di Indonesia, sayangnya belum ada jurusan spesifik yang saya inginkan, termasuk di UNPAR yang saat itu saya juga kepikiran untuk melanjutkan pendidikan di sini lagi. Oleh karena itu, berdasarkan hasil cari tahu informasi melalui google, Inggris merupakan negara yang paling banyak memiliki kampus yang menyediakan jurusan spesifik sesuai dengan yang saya inginkan. Tetapi untuk berkuliah di sana, masih ada kendala lain yang harus dipertimbangkan yaitu biaya yang begitu tinggi. Memiliki beberapa teman sejurusan selama kuliah dulu yang telah mendapatkan beasiswa untuk berkuliah disana membuat saya lebih optimis jika jurusan yang saya miliki dan pengalaman bekerja tentunya akan membantu. Saya banyak bertanya dengan mereka bagaimana trik dan tips untuk mendapatkannya. Itu merupakan kesempatan bagi saya menggali informasi sebanyak-banyaknya dari teman dekat sendiri. Disamping itu mudahnya berkomunikasi dan respon yang cepat yang diberikan oleh para dosen yaitu Ibu Vero, Bapak Gede dan Bapak Anung yang padahal pada saat itu saya sudah tidak lagi berada di Bandung, sangat membantu saya mempercepat pengumpulan data untuk mendaftar kampus beserta beasiswanya. Dan pada akhirnya semua proses yang telah saya lalui akhirnya saya bisa berkuliah disini sesuai dengan jurusan yang saya minati yaitu MSc. Purchasing and Supply Chain Management di University of Westminster dengan bantuan beasiswa dari Westminster Foundation untuk mewakili dua orang Indonesia di batch 16. Saya sangat yakin bahwa IT UNPAR merupakan jurusan yang bergengsi dan memiliki reputasi yang baik bukan hanya di Indonesia melainkan di mata dunia sehingga benar-benar telah membuka peluang bagi saya.

Harapan saya, IT UNPAR ini bisa terus meningkatkan fasilitasnya, tahun terakhir saya kesana saya sudah melihat beberapa perkembangan yang sudah dilakukan. Kemudian dapat mengembangkan cara-cara atau metode-metode pembelajaran sehingga lebih menarik lagi, membuka lebih banyak alternatif kuliah pilihan sehingga mahasiswa bisa memiliki kesempatan untuk mendapatkan pengetahuan di bidang lain yang diinginkan, pemasarannya bisa lebih ditingkatkan lagi sehingga dapat meningkatkan peminat mahasiswa baru untuk bergabung menjadi keluarga IT UNPAR, dan ikatan alumni juga harus selalu dijaga dan tetap ada sebagai suatu sarana bersilahturahmi atau membuka peluang baru. Overall, saya selalu bangga menjadi keluarga IT UNPAR dan bagi saya IT UNPAR merupakan “sang pembuka peluang”. Semoga IT UNPAR tetap sukses dan jaya sampai kapanpun!