LESSON LEARNED

Dalam rangkaian Dies 25 tahun FTIS UNPAR, panitia menerbitkan bunga rampai, berupa kisah-kisah dari warga FTIS.

Catatan penyunting: Pada artikel ini, untuk alasan orisinalitas penyunting tidak mengubah gaya bahasa yang digunakan oleh kontributor.

oleh Fiqi Fitransyah, IF 2001

“Lesson Learned Sebagai Mahasiswa Ilmu Komputer UNPAR dan 10+ tahun pengalaman bekerja”

Fiqi Fitransyah
Fiqi Fitransyah

Tak kenal maka tak sayang. Tapi saya tidak bermaksud mencari kasih sayang melalui artikel ini. Tapi perkenalan terlebih dahulu biar bisa lebih akrab dengan teman-teman pembaca. Saya berusaha menuliskan artikel ini dengan gaya bahasa yang santai dan enak dibaca. Biar ga kaku kali ya. Hehe.

Saya adalah seorang alumni Ilmu Komputer UNPAR, angkatan 2001. Tahun lulus nya tidak penting lah ya. Yang penting, dari sebelum lulus hingga sekarang, pengalaman kerja sudah sekitar 10+ tahun. Saya bekerja memanfaatkan ilmu dan skill yang saya dapatkan dari kampus tercinta. Ya, sebagai profesional di bidang IT. Sedikit catatan, saya pernah bekerja di Pusat Pendidikan Berkelanjutan (PPB) Unpar untuk mengembangkan website internal nya. Implementasi pertama di dunia nyata.

Sewaktu kuliah dulu, saya bukanlah mahasiswa yang spesial apalagi istimewa. Skill dan kepintaran bisa dibilang ada pada garis rata-rata. Namun yang jelas, saya berusaha keras untuk bisa lulus dan segera bekerja.

Kehidupan sehari-hari di kampus sebagai mahasiswa pun dilewati layaknya mahasiswa pada umumnya. Bersosialisasi, berorganisasi, menyalurkan hobi, berpacaran, dan lain-lain. Kenakalan? Pasti ada lah. Gak rame kayanya kehidupan kuliah ini kalau belum pernah bolos, nyontek, jailin temen, begadang cuman buat maen game, nebeng-nebeng nginep di kos temen, you name it! Bangga dengan hal itu? Ngga juga sih, cuman yang jelas bersyukur aja sempat merasakan kehidupan yang tidak statis.

OK, mulai serius nih sekarang, dan kita kembali kepada tujuan saya menulis artikel ini. Banyak hal yang bisa saya share dari keseluruhan pengalaman saya semenjak kuliah hingga saat ini. Namun pada kesempatan ini, saya hanya akan share pengalaman dan pelajaran yang sangat berharga.

Menurut teman-teman pembaca sekalian, hal apa yang biasa kita lakukan atau pikirkan ketika menghadapi berbagai mata kuliah yang harus dihadapi? Paradigma umumnya adalah :

  • Untuk mata kuliah wajib, kita akan mengusahakan diri kita untuk lulus. Baik dengan cara yang baik atau yang tidak baik. Admit it!
  • Untuk mata kuliah pilihan, kita akan memiliki beberapa kriteria untuk memilih. Mulai dari minat dan tingkat keseriusan yang akan kita berikan untuk mata kuliah tersebut, hingga memilih dosen yang “dermawan” untuk urusan nilai.

Hal ini adalah sangat normal. Saya pun sempat memilih dan melakukan hal-hal yang sama dengan apa yang teman-teman lakukan sekarang.

OK, mari kita maju lagi. Bagaimana dengan sikap kita di kelas ?

  • Ada yang serius memperhatikan.
  • Ada yang serius bercanda atau main gadget
  • Ada yang serius pacaran (trust me, it’s there)
  • Ada yang serius mengerjakan tugas mata kuliah selanjutnya

Which one are you? Haha.

Next, menjelang skripsi dan sidang. Terkadang mendekati masa ini, sikap kita mulai berubah. Kita udah mulai lebih serius daripada biasanya. Lebih banyak meluangkan waktu untuk belajar, research, konsultasi dengan pembimbing, dan sebagainya. Dan dalam masa ini, not much we can do, selain berkonsentrasi untuk bisa segera lulus. Oh iya, jangan lupa revisi nya dikerjakan dengan baik ya.

Setelah itu? The party and the real life. Pesta datang untuk teman-teman semua. Kelulusan, pengakuan dari keluarga, dan lain-lain, you name it. Yang sudah punya pacar mungkin menambah added value di hadapan pacar dan orang tuanya. Hehe. Sekarang udah punya gelar. Rasanya kita baru saja menjadi pahlawan bagi diri kita sendiri yang sudah bisa melewati masa-masa perjuangan. And how about the real life? Welcome to the jungle. Start applying, merapihkan CV, application letter, mungkin kontak sana kontak sini. Whatever makes you moving forwards.

Pada banyak kesempatan, saya menyadari bahwa saya melakukan banyak kesalahan pada saat masa kuliah dulu. Kalau tindakan-tindakan saya yang benar, kita ga usah bahas lah ya. Tapi kali ini saya mau share hal-hal yang saya sesali saat ini.

INVESTASI KESERIUSAN YANG TENDENSIUS

Keren ga bahasanya ? Haha. OK, ini lah salah satu dasar dari semua kesalahan saya. Saya cenderung hanya mempelajari dan mendalami dengan serius mata kuliah yang saya sukai saja. Saya dulu penggemar berat mata kuliah Pemrograman. Bahasa C adalah bahasa pertama yang bisa saya kuasai dengan cukup baik. Begitu pula dengan mata kuliah – mata kuliah lanjutannya, seperti Algoritma, Struktur Data, dan percabangannya. Bagaimana dengan mata kuliah yang lain ? Jujur saja, karena saya sudah terlalu serius dan suka dengan Bahasa C yang paradigmanya prosedural, ketika bertemu dengan Pemrograman Berorientasi Objek, saya kurang tertarik. Saya jadi kurang serius dan masuk kelas ini hanya karena PBO termasuk salah satu mata kuliah yang wajib lulus. Investasi keseriusan saya menjadi tendensius (cenderung) kepada mata kuliah yang saya sukai saja.

PEMILIHAN MATA KULIAH YANG TENDENSIUS

Kalau tadi kita tendensius dengan keseriusan, kali ini dengan pemilihan mata kuliah. Apa parameternya? Sebisa mungkin cari mata kuliah yang dosennya murah nilai. Dosen yang terkenal paling kecil memberi nilai C, dan sebagai nya. Atau dosen yang bisa “dibeli” nilai nya dengan tugas tambahan. SIfat alami manusia kita muncul: meremehkan.

PENGGUNAAN WAKTU YANG KURANG BIJAK

Tidak ada yang melarang teman-teman untuk menikmati masa-masa kuliah. Berteman, bermain, berorganisasi. Hanya saja, terkadang investasi waktu kita untuk bersenang-senang cenderung lebih banyak daripada yang seharusnya. Padahal, pada dasarnya, kita ini sedang berada tahap dimana belajar adalah kewajiban sehari-hari. Refreshing butuh, hanya saja kita harus pandai-pandai untuk mengatur waktu nya.

MASALAH-MASALAH YANG MUNCUL

Bagian ini lah yang menjadi motivasi utama saya dalam share saya kali ini. Terutama, jika suatu saat kita bekerja sebagai profesional di bidang IT dengan meng implementasikan ilmu yang kita punya. Mohon luangkan waktunya sejenak dengan investasi keseriusan yang cukup tinggi. Mulai tegang kan? Haha,,, Just relax pal. But, read it carefully.

KEBIASAAN MENCONTEK

Dalam dunia kerja yang nyata, kita tidak dilarang untuk melakukan hal ini. Bahkan, seringkali saya pun mendapatkan jawaban dan solusi dari masalah yang saya hadapi dari berbagai website. HANYA SAJA… problem solving skill kita akan tidak terasah. Orang yang kita contek, apalagi mereka yang rajin untuk melakukan segala sesuatunya sendiri, akan berkembang menjadi orang yang terbiasa untuk mencari solusi sebisa mungkin dari dirinya dan mengimplementasikannya. Kalau dia sudah menetapkan bahwa dia akan memakai suatu solusi, dia akan terbiasa untuk memetakan ide nya ke dalam bahasa pemrograman. Hal ini sangat-sangat dibutuhkan dalam kerja Tim. Setiap anggota Tim akan mempunyai tanggung jawab dan masalah masing-masin untuk diselesaikan. Apakah ada saat dimana kinerja Tim terhambat dikerenakan kita tidak terbiasa untuk mencari solusi dan mengimplementasikannya? Dan orang seperti ini akan melakukan explorasi untuk meningkatkan kemampuan problem solving nya. Dia akan melakukan lebih banyak studi dan research untuk melakukan studi, komparasi, dan mencari best practice dari apa yang akan dia implementasikan. Jelas di sini akan terlihat beda dari segi kualitas pekerjaan dan durasi pengerjaan.

MANAJEMEN WAKTU YANG KURANG BAIK

Untuk yang satu ini, nampaknya saya tidak perlu banyak bercerita. Tapi yang jelas, di dunia pekerjaan yang nyata, tidak akan ada yang mengatur jadwal kita, mengingatkan kita, memberikan reminder pada kita. Kita lah yang harus melakukan semuanya. Project Manager tidak akan peduli kalau semalam kita nonton Liga Champion sampai hampir pagi dan hari ini kita bekerja dengan terkantuk-kantuk.

INVESTASI KESERIUSAN YANG TENDENSIUS

Tindakan inilah yang membuat saya pribadi banyak mengalami kerugian dalam pekerjaan saya. Dahulu, saya pikir bahwa saya bisa mendapatkan segala sesuatunya selalu sesuai rencana saya:

  • Bidang pekerjaan
  • Ruang lingkup pekerjaan
  • Lingkungan pekerjaan
  • Jenis pekerjaan

Nope my friends. You can make all the plan you want, but the real world, won’t be that easy on you.

Dulu saya kurang suka dengan mata kuliah Statistik yang menggunakan bahasa pemrograman Matlab. Sekarang, saya harus melakukan pekerjaan statistikal yang bertujuan untuk mendapatkan informasi tertentu dari hamparan data yang dimiliki. Berapa rata-rata penjualan ? Apa kecenderungan konsumen pada saat baru menerima gaji ? Bagaimana trend yang lagi happening mempengaruhi daya beli dan keputusan pembelian ?

Dulu banyak teman saya kurang suka dengan mata kuliah Fisika. Kalau saya kebetulan memang tertarik dengan Fisika sejak SMA. Siapa sangka kalau saya pernah bekerja di sebuah perusahaan penyewaan Tug and Barge ( kapal tongkang ). Di perusahaan ini, saya sempat mengembangkan aplikasi untuk bisa estimasi maksimal kapasitas barge sesuai volume dan ukuran maksimal yang bisa ditoleransikan. Dan, menghitung kapasitas maksimum dari troli yang berupa roda dengan kemiringan tertentu dimana kemiringan ini akan terus menerus berubah sesuai dengan tinggi air laut terhadap dermaga.

Dulu banyak pula teman saya yang kurang suka juga dengan Kalkulus dan semua turunannya. Alhasil, sebagian besar dari kami, saat ini, bekerja dengan menggunakan banyak implementasi Matematika dari mulai yang dasar hingga yang rumit. Contoh : bagaimana ketika kita diberikan sebuah formula dalam Matematika untuk menghitung efektifitas kinerja mesin di pabrik dengan parameter tertentu ?

Dan yang fatal adalah ketika saya kurang tertarik dengan mata kuliah :

  • Pemrograman Berorientasi Objek ( OOP ). Saat ini saya bekerja dengan menggunakan bahasa pemrograman Ruby dengan menggunakan framework yang bernama Rails. Ruby adalah bahasa yang murni OOP. Pada implementasinya, terminologi-terminologi pada OOP seperti inheritance, polymorphism, method override, private method, protected method, dan segudang terminologi lainnya, banyak dan sering digunakan.
  • Basis data ( database ). Pada saat ini, dan seterusnya, pekerjaan saya selalu terkait dengan database dan pengolahannya. Pernah terfikir untuk membuat query yang pada akhirnya memiliki lebih dari 10 atau bahkan 20 baris ? Atau bagaimana kita menentukan foreign key dan indexing nya pada database skala besar dan digabungkan dengan bahasa pemrograman yang kita pakai ? Bagaimana untuk bisa mengidentifikasi dan melakukan refactor pada N + 1 query problem ?
  • Jaringan ( networking ). Tidak jarang ketika bekerja di perusahaan non IT, saya pun membantu perusahaan untuk setting jaringan internal. Topografi LAN sederhana untuk bisa share 1 buah koneksi internet kantor. Belum lagi setup skema failover, koneksi dengan kecepatan khusus untuk para bos dan stakeholder.

KESIMPULAN

Saya harap teman-teman bisa renungkan sekilas contoh-contoh di atas. Betapa bodohnya kita dengan kesalahan-kesalahan kita. Betapa hari ini saya sangat menyesal dengan kesalahan-kesalahan tersebut. Betapa saya ingin kembali ke masa kuliah dan memberikan perhatian saya dengan maksimal pada setiap mata kuliah. Betapa saya ingin menguras ilmu dari para dosen dan asisten nya. We never know the future. Kita tidak akan pernah bisa memprediksi akan dimana dan seperti apa pekerjaan yang harus kita hadapi. So, be wise.

To all my lecturers, teachers, friends who helps me, hereby, I send my greeting, salutation and a BIG APOLOGIZE for not doing my best when I had the chance. My thanks will be spoken forever. My respect will be dedicated always.

“Menyesal itu berat, biar aku saja. Teman-teman tidak usah” ( ngikutin Dilan 1990, haha )