Kuliah Tamu “Water Wave Modelling”

Pemerintah Indonesia merencanakan membangun banyak pelabuhan untuk menyukseskan Program Tol Laut, seperti yang dikampanyekan Presiden Joko Widodo. Tentu saja pelabuhan yang dibangun harus mampu menahan terjangan berbagai macam gelombang. Untuk meyakinkan bahwa konstruksi pelabuhan yang akan dibangun dapat menahan  terjangan berbagai gelombang, maka desain konstruksi sebuah pelabuhan perlu diuji. Dr. Didit Adytia dan Andreas Parama Wijaya, SSi, MSi dari LabMath-Indonesia memberikan short lecture untuk memberi gambaran bagaimana matematika dapat berperan dalam pengujian desain konstruksi pelabuhan secara efisien. Data gelombang yang dihasilkan sensor seringkali tidak lengkap. Dalam presentasi tersebut ditunjukkan sejauh mana model matematika yang dibangun dapat mendeskripsikan gelombang tersebut dengan lengkap. Melalui simulasi ditunjukkan pula sejauh mana keakuratan model dengan gelombang yang sesungguhnya. Pemodelan gelombang air menggunakan simulasi akan sangat efisien dari sisi waktu dan biaya. Terkait simulasi tersebut, diperlukan peran penting dari para matematikawan.

 

Short lecture dengan judul “Water Wave Modelling” tersebut diselenggarakan di Ruang 9121, Gedung 9, Kampus Unpar pada hari Jumat, 17 April 2015. Acara diikuti dengan sangat antusias oleh puluhan mahasiswa PS Program Studi Matematika.  Sebagai informasi, Andreas Parama Wijaya merupakan salah satu alumni terbaik Program Sarjana Matematika Unpar. Saat ini, Sdr. Andreas sedang studi lanjut Program Doktor Matematika di Universitas Twente, Belanda.

 

Water Wave Modelling_poster2 (1) IMG_7326 IMG_7329