Kegiatan Perkuliahan

Setiap mahasiswa yang telah memiliki Kartu Tanda Mahasiswa dan telah menyelesaikan kewajiban pembayarannya, berhak mengikuti seluruh kegiatan akademik sesuai dengan kesepakatan hasil perwalian. Perincian kegiatan perkuliahan adalah sebagai berikut:

Kegiatan tatap muka (kuliah) dalam kelas

Kuliah dilaksanakan melalui pemberian materi di kelas yang dipandu oleh dosen. Pembelajaran di kelas dilakukan dengan mendengarkanpenjelasan materi oleh dosen, membaca, mengerjakan latihan, berdiskusi dan presentasi. Sebelum mengikuti kuliah, hendaknya mahasiswa membaca bahan yang diperkirakan akan dibahas dosen. Apabila ada hal yang belum dimengerti, mahasiswa berhak bertanya kepada dosen kelas yang bersangkutan. Lama waktuperkuliahan untuk setiap 1 SKS adalah 50 menit.

Kehadiran pada perkuliahan disyaratkan minimal 80%. Pelanggaran dapat berakibat kehilangan hak tempuh UAS pada mata kuliah yang bersangkutan. Ketidakhadiran perlu dilaporkan secara tertulis sesegera mungkin kepada dosen beserta alasan yang cukup kuat dan sah.

Responsi

Responsi merupakan kegiatan tambahan untuk berlatih memecahkan soal dan masalah teknis yang belum dikuasai oleh mahasiswa. Masing-masing dosen akan membahas serangkaian permasalahan dalam kuliahnya, dan memberikan lembar kerja mingguan. Karena bentuk pemecahan masalah merupakan bagian penting dari proses pembelajaran, mahasiswa diharapkan dapat memecahkan semua soal dalam lembar kerja ini. Adapun tujuan diberikannya tugas pada kelas responsi yaitu:

  1. Memfasilitasi pengembangan kemampuan dalam memecahkan masalah mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kuliah.
  2. Membantu proses asimilasi materi kuliah.
  3. Menyediakan pengalaman yang berharga yang akan membantu dalam menghadapi Ujian Tengah Semester (UTS) maupun Ujian Akhir Semester (UAS).

Praktikum

Praktikum bertujuan melengkapi kegiatan perkuliahan, agar kaitan antara teori dan praktek dapat dikokohkan.Informasi mengenai jadwal praktikum akan dipasang di papan pengumuman. Kegiatan praktikum di Laboratorium Fisika biasanya dimulai pada minggu kedua setelah perkuliahan berlangsung. Praktikum dianggap sebagai bagian esensi dari kuliah dan perkembangan mahasiswa dalam praktikum akan diperhatikan dengan seksama.

 

Ujian

Yang dimaksud dengan ujian adalah kegiatan evaluasi keberhasilan belajar hingga suatu tahap yang ditetapkan. Ujian terdiri atas :

  1. Ujian Tengah Semester (UTS)
  2. Ujian Akhir Semester (UAS)
  3. Ujian Praktikum (jika ada)
  4. Ujian Seminar dan Skripsi

Pelaksanaan UTS dan UAS sesuai dengan jadwal kegiatan akademik UNPAR. Jadwal kedua ujian tersebut diumumkan pada masa pendaftaran rencana studi. Ujian praktikum, Seminar dan Skripsi dapat dilaksanakan di luar masa ujian asalkan masih dalam semester tersebut.

 

Syarat untuk mengikuti UTS dan UAS:

  1. Terdaftar sebagai peserta pada semester terkait, telah cukup mengikuti kegiatan tatap muka matakuliah terkait pada semester tersebut, serta tidak menjalani sanksi pembatalan hak tempuh mengikuti suatu program pada semester tersebut berdasarkan SK Rektor UNPAR.
  2. Telah melunasi seluruh biaya kuliah semester terkait. Perkecualian khusus pada masa UTS diberikan bagi mahasiswa yang mendapat dispensasi penundaan pembayaran kuliah oleh WD-2.
  3. Membawa KTM yang sah untuk semester terkait, atau surat keterangan pengganti KTM dari Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAA) bagi yang kehilangan KTM.

 

Tata Tertib Ujian

  • Kehadiran
  1. Peserta ujian harus telah hadir di ruang ujian selambat-lambatnya 15 menit sebelum ujian dimulai.
  2. Peserta ujian yang terlambat setelah ujian dimulai tidak diperkenankan mengikuti ujian yang bersangkutan.
  3. Ketidakhadiran peserta ujian pada saat ujian berakibat komponen ujian terkait bernilai 0 (nol).
  • Perlengkapan
  1. Peserta ujian wajib membawa Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) yang sah, dan diletakkan di atas meja ujian masing-masing selama ujian.
  2. Peserta ujian wajib menyediakan sendiri alat tulis dan dilarang keras saling meminjam atau bertukar alat tulis dengan peserta ujian lain.
  3. Peserta ujian dilarang membawa catatan/buku/rumus/tabel dan kalkulator dalam bentuk dan untuk tujuan apapun ke tempat duduk, kecuali pada mata ujian yang diijinkan oleh dosen yang bersangkutan.
  4. Alat atau media komunikasi dalam bentuk apapun (handphone, PDA, dan sebagainya) harus dimatikan/dinonaktifkan (bukan di-silent/menggunakan nada getar) dan dilarang untuk digunakan selama ujian berlangsung dengan alasan dan tujuan apapun.
  5. Peserta ujian dilarang membawa makanan/minuman ke tempat duduk.
  6. Semua barang yang tidak diijinkan dibawa ke tempat duduk, harus diletakkan di bagian depan kelas atau tempat lain yang ditetapkan pengawas ujian.
  7. Peserta ujian dilarang merokok di ruang ujian.
  • Pakaian
  1. Peserta ujian wajib mengenakan pakaian yang sopan dan rapi.
  2. Peserta ujian wajib memakai sepatu.
  • Tempat duduk
  1. Peserta ujian harus menempati ruang ujian dan tempat duduk sesuai dengan nomor ujian. Nomor ujian dapat dilihat pada papan pengumuman akademik fakultas.
  2. Pergantian tempat duduk duduk harus sepengetahuan dan ijin pengawas ujian.

 

Pelaksanaan Ujian

  1. Peserta ujian dilarang membuka dan membaca soal ujian sebelum diperbolehkan oleh pengawas ujian.
  2. Sebelum mulai mengerjakan soal ujian, peserta ujian wajib mengisi nama, NPM sesuai dengan yang diminta pada lembar jawab ujian dan menandatanganinya, serta menandatangani pernyataan akan taat pada tata tertib ujian. Lembar ujian tanpa NPM, nama, dan tandatangan dianggap tidak sah.
  3. Sejak ujian dimulai peserta ujian wajib menjaga ketertiban di ruang ujian dan dilarang berkomunikasi dan bekerjasama dengan peserta lain. Hal yang belum jelas mengenai pelaksanaan ujian harus ditanyakan langsung kepada pengawas ujian.
  4. Kertas yang boleh digunakan hanya lembar jawab ujian dan kertas buram resmi (bercap FTIS). Semua kertas buram yang digunakan diberi NPM dan dikumpulkan kembali bersama-sama lembar jawab ujian.
  5. Peserta ujian wajib menandatangani daftar hadir yang telah disediakan dan wajib memberitahu pengawas jika sampai ujian berakhir belum menandatangani daftar hadir.
  6. Peserta ujian yang meninggalkan ruang ujian selama ujian berlangsung tanpa ijin pengawas dianggap telah menyelesaikan ujian.
  7. Peserta ujian menyerahkan lembar jawab kepada pengawas setelah menyelesaikan ujian atau tepat setelah waktu ujian berakhir. Kertas buram terisi atau tidak harus dikumpulkan kembali bersama dengan lembar jawab.
  8. Peserta ujian yang telah menyelesaikan ujian diperkenankan untuk meninggalkan ruang ujian paling cepat 30 menit setelah ujian dimulai.
  9. Dilarang keras melakukan kecurangan dalam bentuk apapun selama ujian berlangsung. Hal-hal berikut ini dianggap sebagai perbuatan curang:
  10. Melihat berkas ujian milik peserta ujian lain;
  11. Memperlihatkan atau memberikan berkas ujian milik sendiri kepada peserta ujian lain;
  12. Memberikan atau menerima petunjuk atau jawaban ujian dengan cara dan media apapun;
  13. Melihat buku ajar, diktat, atau catatan dalam bentuk apapun (kecuali ujian bersifat buku terbuka atau catatan terbuka);
  14. Pinjam-meminjam alat tulis, penghapus, cairan pengkoreksi, buku, kalkulator, dan sebagainya selama ujian berlangsung.
  15. Peserta ujian yang melakukan kecurangan pada saat ujian akan dikenakan sanksi akademik yang tertera pada Buku Petunjuk Pelaksanaan Akademik FTIS.
  16. Selama ujian berlangsung, peserta ujian tidak diperkenankan meninggalkan ruangan ujiandengan alasan apapun (kecuali peserta yang telah selesai mengerjakan ujian). Peserta ujian yang hendak ke WC, harus melakukannya sebelum ujian dimulai.

 

 Sanksi

Peserta yang terbukti tidak menaati tata tertib ujian dapat dijatuhi sanksi berupa:

  1. Untuk kali pertama: peringatan dari pengawas ujian, yang wajib dicatat dalam Berita Acara Ujian dan disimpan dalam map mahasiswa terkait.
  2. Untuk kali ke dua dengan kesalahan yang sama: peringatan tertulis dari pimpinan Fakultas, yang arsipnya juga disimpan dalam map mahasiswa terkait.
  3. Untuk kali ke tiga dengan kesalahan yang sama: pembatalan hak tempuh UTS / UAS matakuliah dimana kesalahan ke tiga tersebut terjadi (sesuai SK Rektor Universitas Katolik Parahyangan No. III/PRT/93-01/03 tentang Peraturan Umum Mengenai Pemberian Sanksi Akademik kepada Mahasiswa).
  4. Untuk kali ke empat dan seterusnya dengan kesalahan yang sama: pembatalan hak tempuh UTS / UAS seluruh matakuliah pada masa ujian terkait (sesuai SK Rektor UNPAR III/PRT/93-01/03 tentang Peraturan Umum Mengenai Pemberian Sanksi Akademik kepada Mahasiswa).

Sanksi no. 3 dan 4 dikukuhkan oleh Surat Keputusan Dekan FTIS.

Mahasiswa yang terbukti melakukan pelanggaran norma kejujuran pada saat mengikuti ujian, akan diberi sanksi akademik sebagai berikut :

  1. Untuk kali pertama: nilai matakuliah yang bersangkutan ditetapkan menjadi E (tidak lulus).
  2. Untuk kali kedua: seluruh nilai matakuliah pada semester terkait mahasiswa yang bersangkutan ditetapkan menjadi E (tidak lulus).
  3. Untuk kali selanjutnya: sanksi yang lebih berat, yang akan ditetapkan melalui rapat pimpinan fakultas.

 

Lain-lain

  1. Tidak ada ujian khusus untuk perbaikan nilai ujian.
  2. Tidak ada ujian khusus bagi mahasiswa yang tidak hadir dalam ujian. Apabila mahasiswa yang bersangkutan mengalami hal-hal di bawah ini saat ujian matakuliah mahasiswa yang bersangkutan sedang berlangsung:
    • Sakit, yang diperkuat oleh surat keterangan rawat inap dari rumah sakit.
    • Mewakili negara / UNPAR dalam suatu kegiatan tertentu.
    • Hal lain yang yang dapat diterima oleh pimpinan fakultas beserta pimpinan jurusan.

Maka mahasiswa tersebut dapat mengajukan permohonan ujian susulan bagi mata kuliah terkait kepada WD-1 dengan tembusan kepada pimpinan jurusan terkait sebelum batas waktu pengajuan yang ditentukan setiap semesternya.

Pengaduan peserta ujian atas tindakan yang dinilai tidak wajar atau penyalahgunaan wewenang oleh pengawas ujian dapat dilakukan dalam bentuk pengaduan tertulis dalam amplop tertutup yang ditujukan kepada WD-1.

 

X