Evaluasi Perkuliahan

Evaluasi keberhasilan belajar mahasiswa Program Studi Matematika, Fisika dan Teknik Informatika UNPAR berpedoman pada :

  1. Keputusan Rektor Universitas Katolik Parahyangan No. III/PRT/2018-09/137 tentang Evaluasi Keberhasilan Belajar Dalam Mata Kuliah Dan Evaluasi Tahap Keberhasilan Belajar Pada Program Sarjana Dan Program Diploma-III di Lingkungan Universitas Katolik Parahyangan.
  2. Keputusan Dekan No. III/FMIPA/2007-04/396-SK tentang Evaluasi Keberhasilan Belajar Tahap Pertama Dan Tahap Kedua Pada Program Stratum-1 Di Lingkungan Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Katolik Parahyangan.

 

Evaluasi Keberhasilan Belajar Tiap Mata Kuliah

  • Evaluasi keberhasilan belajar mata kuliah adalah penilaian terhadap hasil belajar mahasiswa dalam suatu mata kuliah, yang dilakukan secara menyeluruh dan berkesinambungan dalam satu semester dengan cara yang sesuai dengan karakteristik mata kuliah yang bersangkutan.
  • Keberhasilan belajar mata kuliah menggunakan kombinasi teknik-teknik penilaian yang telah ditetapkan dosen yang diatur dalam SK Rektor dan harus relevan dengan penilaian Capaian Pembelajaran Mata Kuliah.
  • Teknik Pembelajaran Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS) bersifat wajib untuk semua mata kuliah, kecuali Dekan menentukan lain berdasarkan usulan dari Ketua Jurusan/Ketua Program Studi yang ditetapkan melalui Keputusan Dekan.
  • Bobot penilaian untuk setiap teknik penilaian dinyatakan dalam %, dan total bobot seluruh teknik penilaian yang digunakan adalah 100%.
  • Penilaian keberhasilan belajar untuk setiap teknik penilaian yang digunakan dinyatakan dalam angka dalam rentang nilai 0 (nol) hingga nilai 100 (seratus).
  • Penilaian keberhasilan belajar secara menyeluruh dari suatu matakuliah dinyatakan dalam Angka Akhir (AA) yang dihitung sebagai jumlah berbobot penilaian dari teknik penilaian mata kuliah terkait.
  • Dalam hal perhitungan AA menghasilkan bilangan pecahan, maka pembulatan dilakukan sebagai berikut:

-Jika lebih besar atau sama dengan 0,5 maka dibulatkan menjadi 1.

-Jika kurang dari 0,5 maka dibulatkan menjadi 1.

  • Keberhasilan belajar mahasiswa dalam suatu mata kuliah dinyatakan dengan Nilai Akhir (NA) berupa huruf A, A -, B +, B , B – , C +, C, D, dan E.
  • Konversi Angka Akhir (AA) menjadi Nilai Akhir (NA) dilakukan dengan Penilaian Acuan Patokan (PAP) sebagai berikut :

Angka Akhir

(AA)

Nilai Akhir

(NA)

Bobot Nilai Akhir

(BNA)

Makna

80 – 100

A

4

Amat Baik

77 – 79

A-

3,67

73 – 76

B +

3,33

Baik

70 – 72

B

3

67 – 69

B –

2,67

63 – 66

C +

2,33

Cukup

60 – 62

C

2

50 – 59

D

1

Kurang

0 – 49

E

0

Sangat Kurang

 

EVALUASI KEBERHASILAN BELAJAR DALAM SUATU TAHAP BELAJAR

Evaluasi keberhasilan belajar dilakukan secara berkesinambungan, sejak mahasiswa mulai masuk ke program studinya. Evaluasi ini terdiri atas:

  1. Evaluasi Keberhasilan Belajar Tiap Semester
  2. Evaluasi Keberhasilan Belajar Tahap Pertama
  3. Evaluasi Keberhasilan Belajar Tahap Kedua
  4. Evaluasi Keberhasilan Belajar Tahap Akhir

 

  • Indeks Prestasi (IP) merupakan ukuran prestasi akademik mahasiswa dan dinyatakan dalam rentang 0,00 – 4,00.
  • Indeks Prestasi Semester (IPS) adalah ukuran prestasi mahasiswa yang dicapai dalam suatu semester dan dihitung sebagai rata-rata berbobot dari seluruh NA mata kuliah yang ditempuh pada semester terkait.
  • IPS digunakan untuk menetapkan beban kredit yang dapat ditempuh mahasiswa pada semester regular berikutnya dengan aturan:

IPS

Hak tempuh pada semester regular berikut

3,00 atau lebih

Maksimum 24 sks

2,50  – 2,99

Maksimum 21 sks

Kurang dari 2,50

Maksimum 18 sks

 

Evaluasi Keberhasilan Belajar Tahap Pertama

  • Evaluasi Keberhasilan Belajar Tahap Pertama dilakukan pada akhir 2 (dua) tahun pertama, atau pada akhir masa studi terpakai selama 4 (empat) semester, terhitung sejak yang bersangkutan terdaftar sebagai mahasiswa UNPAR.
  • Evaluasi Keberhasilan Belajar Tahap Pertama dinyatakan dalam Indeks Prestasi Tahap Pertama (IPT I), dengan rentang 0,00 – 4,00.
  • Persyaratan yang harus dipenuhi pada Evaluasi Keberhasilan Belajar Tahap Pertama adalah telah lulus minimal 30 SKS dan IPT Iminimal 2,00.
  • Dalam hal ini yang dimaksud dengan IPT I adalah Indeks Prestasi untuk 30 SKS terbaik yang dihitung sebagai rata-rata berbobot dari 30 SKS terbaik.
  • Jika persyaratan tersebut tidak terpenuhi, maka mahasiswa yang bersangkutan tidak diijinkan melanjutkan studi pada prodiyang sama di lingkungan UNPAR. Penetapan mahasiswa yang tidak diijinkan untuk melanjutkan studi dilakukan dengan surat keputusan Rektor.
  • Semester dimana mahasiswa diijinkan mengambil cuti studi tidak diperhitungkan dalam Evaluasi Keberhasilan Belajar Tahap Pertama.

 

Evaluasi Keberhasilan Belajar Tahap Kedua

  • Evaluasi Keberhasilan Belajar Tahap Kedua dilakukan pada akhir 4 (empat) tahun pertama, atau pada akhir masa studi terpakai selama 8 (delapan) semester terhitung sejak yang bersangkutan terdaftar sebagai mahasiswa UNPAR.
  • Evaluasi Keberhasilan Belajar Tahap Kedua dinyatakan dalam Indeks Prestasi Tahap Kedua (IPT II), dengan rentang 0,00 – 4,00.
  • Persyaratan yang harus dipenuhi pada Evaluasi Keberhasilan Belajar Tahap Kedua adalah telah lulus minimal 75 SKS dan IPT II minimal 2,00.
  • Dalam hal ini yang dimaksud dengan IPT II adalah Indeks Prestasi untuk 75 SKS terbaik yang dihitung sebagai rata-rata berbobot dari 75 SKS terbaik.
  • Jika persyaratan di atas tidak terpenuhi, maka mahasiswa yang bersangkutan tidak diijinkan melanjutkan studi pada prodi terkait di lingkungan UNPAR. Penetapan mahasiswa yang tidak diijinkan untuk melanjutkan studi dilakukan dengan surat keputusan Rektor.
  • Semester dimana mahasiswa diijinkan mengambil cuti studi tidak diperhitungkan dalam Evaluasi Keberhasilan Belajar Tahap Kedua.

 

Evaluasi Keberhasilan Belajar Tahap Akhir

  • Evaluasi Keberhasilan Belajar Tahap Akhir dilakukan pada akhir masa studi maksimal mahasiswa program Sarjana di UNPAR, yaitu 7 (tujuh) tahun, atau pada akhir masa studi terpakai selama 14 (empat belas) semester terhitung sejak yang bersangkutan terdaftar sebagai mahasiswa UNPAR.
  • Evaluasi Keberhasilan Belajar Tahap Akhir dinyatakan dalam Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), dengan rentang 0,00 – 4,00 yang dihitung sebagai jumlah berbobot dari seluruh matakuliah yang ditempuh selama matakuliah.
  • Mahasiswa dinyatakan lulus dari prodi terkait di lingkungan UNPAR setelah memenuhi persyaratan berikut :
  1. Telah lulus seluruh beban SKS yang dipersyaratkan dalam kurikulum prodi
  2. IPK minimal 2,00.
  3. Masa studi terpakai tidak lebih dari 14 (empat belas) semester.
  • Jika persyaratan di atas tidak terpenuhi, maka mahasiswa yang bersangkutan tidak diijinkan melanjutkan studi pada prodi terkait di lingkungan UNPAR. Penetapan mahasiswa yang tidak diijinkan untuk melanjutkan studi dilakukan dengan surat keputusan Rektor.
  • IPK dihitung dengan memperhatikan semua mata kuliah yang pernah ditempuh oleh mahasiswa, dan digunakan untuk menetapkan yudisium (sebutan) kelulusan, dengan ketentuan sbb.:
IPK Masa Studi Terpakai Yudisium
2,00 – 2,75 Maksimum 14 Semester Lulus
2,76 – 3,00 Maksimum 14 Semester Lulus dengan Memuaskan
3,01 – 3,50 Maksimum 14 Semester Lulus dengan Sangat Memuaskan
3,51 – 4,00 10 – 14 Semester Lulus dengan Pujian
Maksimum 9 Semeter Lulus dengan sangat Memuaskan

 

 

 

Kemampuan Bahasa Inggris Mahasiswa UNPAR

Berdasarkan Keputusan Rektor Universitas Katolik Parahyangan No. III/PRT/2011-08/148 tentang Standar Kemampuan Bahasa Inggris Mahasiswa Universitas Katolik Parahyangan, mulai mahasiswa angkatan 2006 dan selanjutnya, setiap mahasiswa program Sarjana dan Pascasarjana wajib memiliki kemampuan bahasa Inggris yang dinyatakan berdasarkan hasil tes di PBB (Pusat Pendidikan Berkelanjutan) UNPAR, atau pada lembaga penyelenggara tes resmi di luar UNPAR, dengan skor minimal sebagai berikut:

  1. Skor 500 (limaratus) yang diperoleh melalui pelaksanaan tes TOEFL dengan metode tes tertulis (paper-based TOEFL), atau
  2. Skor 59-60 (lima puluh sembilan sampai enam puluh) yang diperoleh melalui pelaksanaan test TOEFL dengan metode tes melalui internet (internet-based TOEFL), atau
  3. Skor 173 (seratus tujuh puluh tiga) yang diperoleh melalui pelaksanaan tes TOEFL dengan metode tes menggunakan komputer (computer-based TOEFL), atau
  4. Skor 5,0 (lima koma nol) yang diperoleh melalui pelaksanaan IELTS.

Untuk mahasiswa Program Sarjana, Skor TOEFL minimal atau skor IELTS minimal tersebut harus telah dicapai oleh mahasiswa yang bersangkutan selambat-lambatnyapada saat Evaluasi Studi Tahap 1I. Jika pada batas waktu tersebut seorang mahasiswa belum dapat memenuhi skor minimal yang disyaratkan, maka mahasiswa tersebut dapat mengajukan permohonan dispensasi kepada Rektor asalkan memenuhi persyaratan tertentu. Tentang dispensasi ini lebih lanjut diatur pada pasal 5 dari SK Rektor.