KENANGAN DI FMIPA

Dalam rangkaian Dies 25 tahun FTIS UNPAR, panitia menerbitkan bunga rampai, berupa kisah-kisah dari warga FTIS.

oleh Ratri Yulina, MAT ’93

Tiba waktunya memikirkan akan melanjutkan sekolah kemana. Saat kelas 3 SMA di Padang, yang saya inginkan adalah untuk melanjutkan kuliah di Bandung dan saya ingin kuliah di jurusan yang banyak pelajaran Matematika.

Tuhan mendengarkan doa saya. Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) akan membuka fakultas baru yaitu FMIPA dan salah satu jurusannya adalah Matematika. SMA saya adalah salah satu yang mendapat informasi tersebut dan UNPAR membuka program PMDK (Penelusuran Minat Dan Kemampuan).

Saya mendaftar dan puji Tuhan saya diterima dan saya tidak diwajibkan mengikuti ujian masuk serta membayar uang pangkal.

Waktunya awal kuliah dimulai….saya sangat senang karena OSPEK kami diisi dengan jalan-jalan dan bersenang-senang bersama dosen-dosen dan dekan kami. Tidak ada yang namanya dikerjain senior karena kami tidak punya senior.

Kuliah di tahun pertama lebih banyak menumpang di Fakultas Filsafat (di jalan Nias) karena kami tidak mempunyai gedung sendiri. Di tahun berikutnya juga masih pindah-pindah gedung tetapi sudah berlokasi di kampus Ciumbuleuit.

Mahasiswa FMIPA angkatan saya jumlahnya tidak banyak, bisa dihitung dengan jari (termasuk jari kaki karena ada belasan jumlahnya). Hal ini membuat kami cukup dekat satu sama lain. Saat itu FMIPA hanya ada 2 jurusan yaitu Matematika dan Fisika, dan di tahun pertama banyak mata kuliah kami yang sama.

Dosen-dosen kami juga banyak yang masih muda-muda, dan ini salah satu hal yang menyenangkan juga karena kami dekat dengan mereka dan tentunya kegantengan dan kecantikan dosen-dosen muda menjadi salah satu motivasi buat rajin datang kuliah. Eh…dekan kami bapak Rusli, biarpun tidak muda, tapi ganteng loh…saya ingat suka nongkrong-nongkrong di kampus sama teman-teman sambil mengagumi dekan ganteng, baik dan tentu saja pintar. Saking baiknya kamipun panggil beliau dengan sebutan papi.

Kami juga cukup dekat dengan angkatan di bawah kami, ya karena jumlah mahasiswa yang tidak banyak itulah. Cukup banyak kegiatan-kegiatan yang kami lakukan bersama, seperti camping, study tour, malam kebersamaan, mengadakan seminar-seminar dan mengadakan lomba Matematika untuk anak-anak SMA di Bandung.

Selain pengalaman-pengalaman menyenangkan selama kuliah, ada juga pengalaman yang cukup bikin saya stress.

Menjelang akhir masa kuliah, karena FMIPA saat itu masih berstatus terdaftar, kami harus lulus ujian negara agar bisa diwisuda. Saya lupa ada berapa ujian yang harus kami tempuh, tetapi ada satu ujian yang membuat saya tidak bisa diwisuda sebagai lulusan pertama FMIPA. Saya harus menunggu satu semester hanya menunggu untuk bisa mengulang ujian tersebut sampai akhirnya saya diwisuda. Puji syukur kepada Tuhan saya akhirnya bisa melalui semua itu dan akhirnya saya memperoleh gelar Sarjana Sains.

Berkat Tuhan memang melimpah di hidup saya. Tidak lama setelah wisuda, saya pun mendapat kesempatan untuk melanjutkan kuliah saya ke jenjang S2 di Universiteit Twente di Belanda dengan beasiswa penuh.

Saya selalu bersyukur dapat merasakan kuliah sebagai angkatan pertama di jurusan Matematika – FMIPA Parahyangan dan sampai saat ini hubungan dengan dosen-dosen tetap terjaga dengan baik dan saya senang dosen-dosen saya masih ingat dengan saya.

Doa saya semoga fakultas yang sekarang bernama FTIS semakin maju dan berkembang dan tetap menghasilkan lulusan-lulusan yang berguna. Selamat ulang tahun ke 25…Oh My God…sudah 25 tahun yang lalu saya pertama kali menginjakkan kaki di UNPAR.