Cuti Studi, Mahasiswa Tidak Aktif, dan Pengunduran Diri

Aturan mengenai cuti, gencat studi dan pengunduran diri sebagai mahasiswa diatur oleh SK Rektor UNPAR No. III/PRT/2004-01/07.

 

Persyaratan cuti studi

  1. Mahasiswa yang cuti studi adalah mahasiswa yang tidak dapat melanjutkan studi untuk kurun waktu tertentu karena alasan-alasan yang dapat dipertanggungjawabkan dan diijinkan oleh UNPAR.
  2. Seorang mahasiswa dapat mengambil cuti studi tidak lebih dari 2 (dua) semester berturut-turut dan sebanyak-banyaknya 4 (empat) semester selama masa studinya.
  3. Cuti studi dapat diberikan kepada mahasiswa yang telah mengikuti program pendidikan di jurusan terkait sekurang-kurangnya 2 (dua) semester berturut-turut.

 

Prosedur Cuti Studi

  1. Mahasiswa wajib mengisi Surat Permohonan Cuti Studi Mahasiswa yang dapat diperoleh di Tata Usaha FTIS, dengan dilengkapi rekomendasi dosen wali mahasiswa yang bersangkutan, dan menyerahkannya kembali ke Tata Usaha FTIS selambat-lambatnya sebelum berakhirnya masa PRS semester terkait dengan cuti tersebut.
  2. Kriteria untuk memberi ijin tersebut adalah : (a) masalah kesehatan, (b) masalah financial, atau (c) masalah pribadi lainnya.
  3. Ijin pengambilan cuti studi diberikan oleh Dekan FTIS dan dinyatakan dalam bentuk surat resmi, dan diberitahukan kepada WR-1, WR-2, Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAA) dan Kepala Biro Administrasi Keuangan (BIKEU).
  4. Masa cuti studi tidak diperhitungkan sebagai masa studi terpakai dalam evaluasi tahap studi.
  5. Bagi mahasiswa yang mendapat ijin cuti dari Dekan FTIS, wajib
  • Mengisi Formulir Rencana Studi dengan beban 0 (nol) sks, dan didaftarkan sesuai dengan prosedur yang ada.
  • Dikenakan sanksi keuangan (Biaya Cuti Studi) sesuai denmgan aturan yang berlaku pada saat itu.
  1. Dalam hal mahasiswa mengajukan permohonan cuti studi setelah masa PRS berakhir, ijin cuti hanya dapat diberikan oleh Dekan FTIS apabila
  • Memiliki alasan yang sangat kuat dan tidak dapat dihindarkan.
  • Mendapat ijin dari WR-1.

Dalam hal ini, biaya yang telah dibayarkan mahasiswa pada semester yang terkait dengan cuti tersebut tidak dapat dikembalikan dan sisa kewajiban keuangan yang belum dilunasi harus diselesaikan.

  1. Mahasiswa yang telah memperoleh cuti studi dari Dekan FTIS namun melanggar ketentuan masa cuti dalam surat ijin tersebut, maka pada semester berikutnya di luar masa cuti yang diijinkan, mahasiswa akan dikenakan peraturan gencat studi.

 

Gencat studi

Mahasiswa gencat studi adalah mahasiswa yang pada suatu semester tidak melakukan pendaftaran rencana studi sesuai dengan prosedur yang berlaku. Masa gencat studi diperhitungkan sebagai masa studi terpakai dalam evaluasi tahap studi. Mahasiwa yang melakukan gencat studi selama 2 (dua) semester berturut-turut atau 3 (tiga) semester tidak berturut-turut tidak diijinkan melanjutkan studi di lingkungan UNPAR.

Adapun prosedur pengaktifan kembali status mahasiswa setelah gencat studi adalah sebagai berikut:

  1. Mahasiswa tersebut harus mengajukan permohonan tertulis terlebih dahulu kepada Dekan FTIS, dilengkapi dengan
  • alasan gencat studi pada semester sebelumnya
  • rekomendasi dosen wali yang bersangkutan
  1. Dekan FTIS dapat mengabulkan atau menolak permohonan mahasiswa tersebut di atas berdasarkan pertimbangan akademik.
  2. Keputusan Dekan FTIS tersebut diberitahukan pula kepada WR-1, WR-2, Kepala BAA, dan Kepala BIKEU.
  3. Dalam hal Dekan FTIS mengabulkan permohonan mahasiswa tersebut di atas, mahasiswa yang bersangkutan
  4. Dikenakan sanksi keuangan (Biaya Gencat Studi) sesuai dengan aturan yang belaku pada saat itu.
  5. Dikenakan sanksi akademik berupa hak tempuh sebanyak 12 SKS pada semester dimana mahasiswa yang bersangkutan mulai aktif kembali, kecuali jika diijinkan oleh Dekan FTIS untuk menempuh maksimal 18 SKS berdasarkan pertimbangan yang sah.
  6. Dapat kehilangan status sebagai mahasiswa UNPAR jika tidak memenuhi butir a. di atas.

 

Pengunduran Diri Sebagai Mahasiswa

Prosedur pengunduran diri sebagai mahasiswa di lingkungan UNPAR adalah sebagai berikut :

  1. Mahasiswa yang bersangkutan menulis surat pernyataan pengunduran diri yang ditujukan kepada Dekan FTIS, ditandatangani oleh mahasiswa dan orang tua mahasiswa yang bersangkutan.
  2. Mahasiswa yang bersangkutan mengisi formulir pengunduran diri yang dapat diperoleh di Tata Usaha FTIS.
  3. Setelah mendapat persetujuan dari dosen wali, ketua jurusan / program studi, WD-2, WD-1 dan Dekan FTIS, proses permohonan pengunduran diri diteruskan ke Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAA).
  4. Setelah permohonan diri mahasiswa disetujui di tingkat Universitas, mahasiswa yang bersangkutan akan menerima :
  • SK Rektor UNPAR tentang pengunduran diri mahasiswa yang bersangkutan.
  • Transkrip akademik yang berisi daftar nilai mata kuliah yang ditempuh selama yang bersangkutan berstatus aktif sebagai mahasiswa.

 

X